Make your own free website on Tripod.com

Warna CD-R dan Kualitas, Adakah Hubungannya?

 

Akhir-akhir ini CD-writer semakin populer dikalangan pengguna komputer. Dengan CD writer kita dapat membuat salinan CD sendiri (isitilahnya “membakar” CD), atau mengisinya dengan data-data backup, meng-copy CD game, dan lain sebagainya. Media yang digunakan dinamakan CD-R (CD-rewritable) atau kadangkala juga disebut CD-WORM (CD-Write Once Read Many). Berbeda dengan CD-CD biasa yang merupakan data di dalamnya dicetak di pabrik pembuatnya, CD-R dijual dalam bentuk CD “kosong”, yang dapat ditulisi satu kali saja.

 

Apa yang membuat CD-R mampu merekam data? Prinsip dasar CD-R sama dengan CD biasa, yaitu penyimpanan data dengan menggunakan lapisan pemantul. Pada setiap CD terdapat lapisan pemantul, dimana pada lapisan pemantul tersebut terdapat lubang-lubang atau cekungan-cekungan kecil (disebut “land”) dengan ukuran yang hanya beberapa mikrometer. Data dibaca dengan sebuah sinar laser berkekuatan rendah. Ketika sinar tersebut mengenai daerah pemantul yang cekung atau berlubang, maka sinar tersebut tidak akan dipantulkan dan hal ini dikodekan oleh komputer sebagai bilangan 0, sebaliknya jika sinar laser mengenai daerah yang datar (disebut “flat”), maka sinar tersebut akan dipantulkan kembal dan diterima oleh dioda foto, dan oleh komputer pantulan tadi dikodekan sebagai bilangan 1. Sebagaimana yang kita ketahui, komputer bekerja dalam sistem bilangan biner, dimana tiap bilangan direpresentasikan dengan 0 dan 1. Berdasarkan hasil bacaan biner dari CD, komputer dapat menyusun kembali data yang terekam pada CD.

 

Nah, jika pada CD biasa data terekam dalam bentuk flat dan land, maka pada CD-R data terekam dengan prinsip perbedaan daya pantul zat kimia. Tidak seperti CD biasa yang hanya memiliki lapisan pemantul saja, CD-R memiliki sebuah lapisan lain yaitu lapisan pewarna (dye layer). Dalam proses penulisan atau “pembakaran” CD-R, sinar laser dengan kekuatan tinggi (sinar laser yang digunakan saat proses penulisan) yang diarahkan ke dye layer akan menyebabkan lapisan tersebut menjadi “gelap” dan tidak meneruskan cahaya. Dengan demikian dapat dibentuk daerah-daerah tidak tembus cahaya yang analog dengan cekungan atau lubang pada CD biasa. Pada proses pembacaan, sinar laser yang mengenai daerah yang tidak tembus cahaya tidak akan mencapai lapisan pemantul, sehingga sinar tidak akan diteruskan ke dioda foto, sebaliknya jika sinar laser mengenai daerah dye layer yang tidak gelap, maka sinar tersebut akan diteruskan ke lapisan pemantul dan akan kembali ke dioda foto.

 

Bagaimana dengan warna-warni pada CD-R? Ada CD-R yang berwarna hijau, biru, emas, perak, bahkan hitam pekat…. Warna-warna itu dihasilkan oleh kombinasi warna dari lapisan pemantul dan lapisan pewarna. Ada beberapa macam bahan yang membentuk lapisan pewarna, diantaranya cyanine dye, phthalocyanine, metalized azo, dan formazan dye. Cyanine berwarna biru telur, phthalocyanine dan formula “advanced”-nya berwarna biru muda, metalized azo berwarna biru tua, formazan berwarna hijau, dan bahkan ada pewarna lain yang sifatnya transparan.

 

Sedangkan untuk lapisan pemantul, umumnya ada dua jenis, yaitu gold (emas 24 karat), dan (silver) perak atau campuran perak dengan logam lain. Walaupun terbuat dari logam yang berharga, namum tebal dari lapisan pemantul tersebut hanya beberapa mikrometer saja. Warna akhir dari CD-R merupakan kombinasi dari warna dye layer (emas atau perak) dan reflective layer (biru muda, biru tua, hijau, atau tak berwarna). Misalnya kombinasi lapisan pemantul emas dengan pewarna cyanine, akan menghasilkan warna hijau pada sisi penulisan (sisi bawah) dan emas pada sisi label, dan lain sebagainya.

 

Bagaimana dengan CD yang hitam pekat? Warna itu bukan berasal dari lapisan pemantul atau lapisan pewarna, melainkan umumnya berasal dari warna plastik polycarbonate. Warna hitam (namun tidak hitam pekat) tidak akan berpengaruh pada kemampuan baca sinar laser, karena sinar laser yang digunakan adalah infra merah.

 

            Jadi dapat disimpulkan bahwa warna CD-R tidak ada kaitannya dengan kualitas. Yang memegang peranan penting dalam menentukan kualitas CD-R adalah kualitas dari bahan-bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan CD-R itu sendiri, yang meliputi lapisan pewarna, lapisan pemantul, dan plastik polycarbonate. Anggapan bahwa CD-R yang berwarna biru lebih berkualitas dari CD-R yang berwarna perak tentunya tidak benar. Bagaimana jika warna biru tadi berasal dari bahan metalized azo yang palsu atau tidak berkualitas? Tidak ada gunanya bukan? (Daniel)

 

Dari berbagai sumber.